Lebih lanjut, JK mengingatkan bahwa batik sudah bukan lagi sekadar pakaian tradisional, tetapi telah berinovasi ke tingkat internasional karena telah dikenal di mancanegara. Contohnya, mantan Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela yang kerap mengenakan batik saat menghadiri acara-acara internasional. “Nelson Mandela adalah orang pertama yang berpakaian batik pada ajang internasional PBB. Mulai dari situ batik dikenal secara internasional,” imbuhnya.
Sementara itu, Menteri Perindustrian Saleh Husin mengatakan batik merupakan wujud dari hasil cipta dan karya seni anak bangsa yang diekspresikan pada disain motif kain, pakaian, sarung, dan kain dekoratif lainnya. Dari tahun ke tahun, batik Indonesia semakin berkembang dan menjelma menjadi kekayaan nasional bernilai tinggi.
Industri batik nasional dan daerah, diakui sudah memberikan kontribusi positif dalam ekspor nonmigas. “Dalam jangka panjang tantangan yang dihadapi adalah perlunya melestarikan dan meningkatkan nilai tambah batik Indonesia yang merupakan potensi kekayaan nasional,” ujar Saleh.
Dari data Kemenperin, usaha batik skala Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Indonesia sampai saat ini berjumlah 39.641 unit usaha dengan penyerapan tenaga kerja 916.783 orang. Nilai produksi batik nasional mencapai USD 39,4 Juta dengan nilai ekspor USD 4,1 Juta.















