JAKARTA-Wakil Presiden Boediono mengkoordinasikan pengembangan pariwisata sebagai sumber devisa negara yang paling cepat dan mudah. Peran sektor pariwisata sangat penting, karena merupakan cara paling mudah dan cepat bagi suatu negara untuk memperoleh masukan devisa.
Kendati masa tugas Kabinet Indonesia Bersatu II tinggal 10 hari lagi, Wapres tetap memandang perlu mengundang para peserta melakukan koordinasi. “Para pejabat eselon I dan birokrasi tentu masih meneruskan tugasnya sehingga koordinasi ini dapat dilanjutkan,” tutur Boediono saat membuka rapat, Kamis (9/10).
Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) No 64 Tahun 2014, Wapres adalah Ketua Tim Koordinasi Kepariwisataan sedangkan yang bertugas sebagai Ketua Harian adalah Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Tim Koordinasi ini menghimpun 13 kementerian dan lembaga pemerintah.
Kepariwisataan memang tidak mungkin berdiri sendiri karena selalu melibatkan berbagai kementerian dan lembaga (K/L) dalam pengelolaannya. Maka koordinasi menjadi sangat penting untuk menggali potensi Indonesia yang luarbiasa dan mewujudkannya menjadi kegiatan ekonomi yang riil dan membawa perbaikan kesejahteraan bagi masyarakat.
Salah satu contoh, misalnya, ternyata pembangunan kepariwasataan sangat membutuhkan perbaikan infrastruktur kebersihan dan kesehatan. Sebab, berdasarkan riset World Economic Forum (WEF) di bidang inilah Indonesia sangat tertinggal dibandingkan dengan negara-negara lainnya. Masalah yang paling jelas terlihat, “Indonesia tidak mempunyai standar untuk toilet umum. Ini keluhan terbesar wisatawan mancanegara,” tutur Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Mari Pangestu.















