Sementara itu, Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenhukham) mengatakan yang juga tak kalah penting adalah perbaikan pelayanan di bandara-bandara internasional agar memenuhi standar bandara ramah wisawatan atau tourist-friendly airport. Untuk itu, pihak imigrasi mendukung upaya perbaikan ini, meskipun saat ini masih kekurangan petugas imgrasi. Misalnya, “Kami mendukung layanan imigrasi di atas pesawat bekerjasama dengan maskapai Garuda Indonesia karena memberikan kemudahan untuk wisatawan. Untuk mengatasi kekurangan tenaga kami akan melakukan optimasliasi manajemen sumberdaya manusia,” tutur Denny.
Sedangkan untuk keamanan, misalnya, aspek Indonesia sekarang sudah jauh lebih baik setelah sempat merosot ketika terjadi serangan bom bali pada 2002 lalu. Pada kesempatan itu, Menparekraf menyampaikan apresiasinya atas keberadaan Polisi Pariwisata yang sangat membantu memperbaiki citra Indonesia dalam aspek keamanan di mata wisawatan mancanegara. Menyadari pentingnya aspek keamanan pada bidang pariwisata, Kapolri Jend. Sutarman menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung. “Kami juga sudah melakukan pemetaan aspek keamanan dan keselamatan. Secara rinsip kepolisian sangat mendukung peningkatan kepariwisataan,” tutur Kapolri.















