Selain kelemahan, Indonesia tentu juga memiliki kekuatan dalam bersaing dengan negara-negara lain. Berdasarkan riset WEF pula, “Dari segi value for money, atau kelayakan harga, Indonesia sangat kompetitif, berada di peringkat 9,” tutur Mari.
Untuk mempermudah koordinasi, Kementerian Pariwisata sudah menyusun rencana aksi untuk pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Rencana aksi ini memetakan dengan rinci berbagai kebutuhan untuk mendukung pengembangan pariwisata di kawasan yang berpotensi besar sebagai daya tarik wisawatan luar negeri maupun domestik. Misalnya, kawasan Danau Toba yang dikeliling 7 kabupaten. Di sini banyak keramba ikan dan tidak mudah menjaga kebersihan dan kesehatan agar kondisi danau benar-benar menarik semua kalangan. “Mengkoordinasikan 7 kabupaten juga bukan pekerjaan ringan,” tutur Mari. Selain Danau Toba, rencana aksi yang sudah siap adalah untuk KSPN Kuta-Sanur-Nusa Dua dan KSPN Komodo dan sekitarnya.
Untuk menjamin keberlanjutan koordinasi ini, Wapres meminta Menparekraf sebagai Ketua Harian untuk membuat matriks koordinasi bidang pariwisata yang lengkap. Rencananya Wapres Boediono akan menyampaikan matriks ini kepada Wapres yang akan datang sebagai Ketua Tim Koordinasi di pemerintaha periode mendatang.















