Untuk itu, Wapres berharap inovasi dan terobosan melalui antara lain Reformasi Pertanian, Intensifikasi Produksi, dan Peningkatan Akses Pasar, menjadi upaya nyata yang harus diimplementasikan pelaksanaannya di lapangan secara konsisten untuk mewujudkan kesejahteraan petani.
Di samping itu, Wapres menegaskan bahwa ketangguhan sektor pertanian di masa krisis seperti sekarang ini, tentunya tidak dapat dilepaskan dari kerja keras dan sinergi para insan pertanian, serta komitmen kuat dari pemerintah daerah.
“Roda pembangunan pertanian nasional pun tak akan bisa digerakkan tanpa adanya kerja bersama yang integratif dan kolaboratif antara pemerintah pusat dan daerah,” pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan bahwa sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan Wapres Ma’ruf Amin, pihaknya terus menciptakan beragam kebijakan dan kerjasama agar pertanian tidak berhenti dan tetap bekerja memenuhi pangan rakyat.
“Stimulus dan rencana aksi pun harus terus dilakukan agar sektor (pertanian) terus tumbuh positif hingga dapat menjadi penyelamat agar negara tidak terperangkap dalam resesi ekonomi berkepanjangan,” tuturnya.
Berangkat dari arahan tersebut, lanjut Syahrul, Kementerian Pertanian (Kementan) telah menetapkan pendekatan lima cara bertindak (CB) melalui peningkatan kapasitas produksi melalui mekanisasi, efisiensi dan pendekatan teknologi tepat guna, diversifikasi pangan lokal, penguatan cadangan dan sistem logistik pangan, dan Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks).













