JAKARTA-Pelaksanaan program Jaminan Kesehatan nasional (JKN) merupakan satu lompatan besar bangsa Indonesia karena memasukkan seluruh penduduk Indonesia dalam satu sistem jaminan kesehatan. Lompatan besar ini memerlukan kerja keras, perencanaan yang benar-benar dimonitor dan dikawal sebaik-baiknya. Pernyataan ini disampaikan Wakil Presiden Boediono saat memberikan sambutan pada Penganugerahan BPJS Kesehatan “Primary Care Award” di Hotel Putri Duyung Jakarta, Jumat (3/10).
Menurutnya, pelaksanaan JKN ini memerlukan pengawalan yang luar biasa. BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) menjadi jaminan kesehatan nasional yang mencakup seluruh penduduk. Memang, dikatakan Wapres, BPJS bukan satu-satunya aktor, karena ada aktor lainnya, yakni pemerintah pusat dan pemerintah daerah, karena mereka yang melaksanakan kebijakan di bidang kesehatan, terutama menyiapkan dari sisi suplai penyedia jasa pelayanan. “BPJS Kesehatan harus kita kawal perjalanannya dari waktu ke waktu, karena kalau kita melompat tidak bisa melakukan perhitungan yang pas, dampaknya tidak baik. Harus berlanjut dan berkelanjutan,” ujarnya.
BPJS Kesehatan dalam sistem JKN adalah adalah landasan atau pilar utama sistem layanan primer. Wapres mengibaratkan jika sebuah bangunan tidak memiliki pondasi yang solid akan mudah ambruk. “Sistem ini harus benar-benar solid,” katanya.












