Pasar yang yang berlokasi di Jalan Sultan Syahrir, Kota Pariaman Ini telah berusia lebih dari 100 tahun, dan telah mengalami beberapa kali kerusakan akibat gempa dan kebakaran.
Dibangun bersamaan dengan Puncak Peringatan Hari Nusantara di Kota Pariaman pada Desember 2019 lalu.
Pasar ini berdiri di atas lahan seluas 5.559 meter persegi dan memiliki luas lantasi 9.512 meter persegi serta memiliki tinggi empat lantai.
Dengan ruang lingkup pekerjaan antara lain; *struktur, arsitektur, MEP dan landscape*. Bangunan pasar ini nantinya dapat menampung sebanyak 362 kios pedagang. Penggunaan teknologi Building Information Modelling (BIM) level 4D turut di implementasi dalam proyek revitalisasi Pasar Rakyat Pariaman yang telah rampung pada bulan Desember 2020.
Pasar ini dibangun kembali dengan konsep ramah lingkungan yang tahan gempa dan nantinya bangunan ini tidak hanya diperuntukkan sebagai pasar rakyat, tapi dapat menjadi shelter apabila terjadi bencana tsunami karena dilengkapi dengan atap dak beton serta ramp di sisi selatan bangunan sebagai lokasi evakuasi.
Antisipasi ini dilakukan mengingat posisi pasar yang berada di pusat kota dan dekat dengan wisata Pantai Gandoriah, Pariaman, Sumatera Barat.












