BANTUL-Warga Padukuhan Nengahan, Trimurti, Srandakan, Bantul, Yogyakarta meminta agar aktivitas penambangan pasir di sepanjang Kali Progo dihentikan.
Hal tersebut terjadi saat GKR Hemas melakukan kunjungan mendadak, Senin (11/10/2021).
Kunjungan Ratu Yogyakarta tersebut merupakan respon atas keluhan warga yang resah atas aktivitas penambangan pasir di Kali Progo tersebut.
“Matur sembah nuwun Gusti Ratu kerso rawuh wonten mriki (Terima kasih Gusti Ratu bersedia datang ke sini). Warga sudah bingung harus mengadu kemana lagi. Harapan kami tinggal kepada Ngarsa Dalem dan keraton. Mohon dengan sangat ini (lokasi penambangan) segera ditutup,” kata Marsudi Harjono, warga Nengahan kepada GKR Hemas.
Kepada GKR Hemas, Marsudi berkisah, sejak tahun 1963 bantaran Kali Progo yang berada di padukuhannya tersebut dimanfaatkan masyarakat untuk menanam rumput pakan ternak dan sayuran.
Selain itu, di sepanjang bantaran sungai dahulu juga banyak tumbuh pohon kelapa.
“Tapi sekarang kondisinya jadi seperti apa, Gusti Ratu sudah pirsa (lihat) sendiri,” tambah Marsudi.
Menurut Marsudi, aktivitas penambangan pasir di padukuhan tempat tinggalnya tersebut sudah berlangsung beberapa tahun.
Tidak tanggung-tanggung, lanjutnya, lahan di tepi sungai seluas lebih dari 8 hektar menjadi rusak.














