Memaksakan Islam sebagai asas atau ideologi negara berarti merelakan bumi pertiwi ini tercabik-cabik oleh pertikaian sesama anak bangsa.
Sikap tegas NU ini sangat bertolak belakang dengan sikap pendukung Anies-Sandi yang dikenal dengan sebutan kelompok ‘sumbu pendek’. Kelompok pemuja ‘bumi datar’ terus memperjuangan negara khilafah di Indonesia.
“Saya melihat kelompok seperti HTI, FPI dan FUI yang memang secara terang-terangan mendukung Anies-Sandi, membuat kelompok muslimin tradisionalis menjadi tidak nyaman. Dan ini ancaman nyata bagi kelompok Islam konservatif yang tidak radikal,” ulasnya.
Secara psikologis jelasnya, dukungan Islam radikal ke kelompok Anies-Sandi membuat ketidaknyamanan bagi kelompok Islam tradisionalis.
Karena itu, kelompok Islam tradisionalis ini mengalihkan dukungan ke Ahok-Djarot.
“Paham keagamaan mereka yang suka sinis dengan kelompok Islam tradisional ini tentu membuat kelompok Islam tolerasn ini sulit bergabung dengan kubu Anies-Sandi,” terangnya.
Ketika ditanya apakah jumlah golput akan meningkat melihat fragmentasi di kelompok Islam?
Amin mengatakan bahwa pemilih yang belum menggunakan hak pilihnya di putaran pertama justru akan menggunakan hak pilihnya diputaran kedua guna membendung kelompok Islam radikal ini.













