Atas kejadian-kejadian ini, pihak Persepam Madura Utama patut menduga terjadi pengaturan skor (match fixing) pada laga tersebut. Karena itu, mereka mendesak PT GTS untuk melakukan investigasi terhadap wasit dan perangkatnya yang memimpin pertandingan akhir pekan lalu tersebut. Hal ini penting demi keberlangsungan semangat reformasi tata kelola sepak bola nasional yang professional sesuai Statuta FIFA
Sebelumnya, Direktur PT GTS Djoko Driyono mengaku belum menerima surat pengaduan dari pihak Persepam Madura Utama. Tapi ia berjanji begitu surat pengaduan masuk ke meja penyelenggara, mereka akan segera menyelididiki. “Siapa pun yang bersalah akan ditindak tegas,” tegasnya.
Menurutnya, Komite Disiplin dan Komite Wasit yang akan melakukan penyelidikan atas semua pengaduan terkait penyelenggaraan kompetisi ini. Biasanya setiap Rabu mereka menyelidiki dan Kamis disidang sebelum mengambil keputusan














