Timwas Century mendesak penegak hukum untuk segera memeriksa BI serta penanggung jawab Bank Mutiara dan LPS karena diduga ada potensi kejahatan perbankan dan kebohongan publik.
Sebab, dalam annual report Bank Mutiara sejak 2009-2012 dilaporkan selalu membukukan laba.
“Kenapa tiba-tiba bank tersebut menjadi gawat darurat,” ujarnya dengan nada tanya.
Menurut dia, jika kredit yang sekarang macet dan bikin CAR Bank Mutiara turun adalah kredit yang sudah macet sejak Bank Century dulu, maka ada dugaan bahwa BI sengaja menyembunyikan informasi Bank Century yang sebenarnya, agar Sri Mulyani ketika itu mau membailout Bank Century.
“Kalau penyakit itu datangnya setelah menjadi Bank Mutiara, maka manajemen Bank Mutiara yang tidak profesional, padahal katanya sudah dinilai sukses, makanya dirut Bank Mutiara tersebut dipromosi menjadi dirut BTN,” imbuhnya.
Karena itu katanya, kejanggalan ini tidak bisa dibiarkan sehingga harus dibongkar.
Hal ini penting agar tidak terulang kembali skandal Bank Century jilid II.
“Dan jangan-jangan talangan Rp 1,5triliun itu juga tidak cukup dan harus ditambah lagi. Sama seperti modus saat menyelamatkan Bank Century. Dari awalnya Rp.632 miliar pada 21 November 2008, dalam waktu tiga hari bengkak menjadi Rp.2,7triliun dan akkhirnya menjadi Rp.6,7triliun menjelang pilpres 2009,” pungkasnya.















