Pada dasarnya keinovatifan dapat terjadi manakala terdapat kepemimpinan yang mampu memandu dalam menelisik bacaan-bacaan perubahan menjadi aksi strategis maupun keputusan jitu.
Sedangkan Budi Suprapto menekankan pada upaya recovery yang menjadi landasan untuk merencanakan pertumbuhan.
Budi juga mencontohkan implementasi yang adaptif di Yogyakarta dengan mengedepankan kearifan lokal yang mengangkat tagline “wajar anyar”.
“Pemimpin di masa krisis Pandemi harus mampu beradaptasi dan mengambil keputusan yang cepat dan tepat,” tegas Budi Suprapto.
Lingkungan mikro dan makro dalam kondisi krisis sering berubah dengan dinamis.
Diskusi ini diikuti oleh sekitar 400an peserta pengusaha, korporasi, kementerian, akademisi dan NGO dari seluruh Indonesia.
Antusiasme partisipan ditunjukkan dengan jumlah peserta yang stabil sejak awal hingga akhir acara, serta dinamika dalam diskusi.
Bahkan ketika acara telah berakhir, penyelenggara diskusi tetap membuka ruang untuk diskusi dalam sesi “after session”.
Pada sesi itu suasana lebih santai dan para partisipan dapat saling bertegur sapa.
Penyelenggara maupun partisipan berharap diskusi ini melahirkan ide-ide yang dapat membawa perubahan ke arah yang lebih baik.














