“Kami ingin semua orang tahu bahwa dari Natas Parapuar, kita bisa menikmati pemandangan luar biasa yang tak bisa ditemukan di tempat lain,” tuturnya.
Dukungan penyelenggaraan event ini juga diberikan oleh Kementerian Pariwisata RI.
Mewakili Menteri Pariwisata, Frans Teguh selaku Staf Ahli Menteri Bidang Pembangunan Berkelanjutan dan Konservasi menegaskan bahwa program ini menjadi bagian penting dalam memperkaya pengalaman wisata di destinasi super prioritas Labuan Bajo.
“Kolaborasi Weekend at Parapuar dengan PENTAS ini bukan hanya bentuk dukungan semata, tetapi juga upaya mempekuat narasi pariwisata Labuan Bajo Flores yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” jelasnya.
Senada, Noldy Hosea Pellokila, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT mengapresiasi inisiasi BPOLBF ini.
Ia menekankan pentingnya menghadirkan alternatif wisata darat untuk menyeimbangkan daya tarik kawasan yang selama ini sangat bergantung pada wisata bahari.
“Kami sangat mengapresiasi program Weekend at Parapuar yang diinisiasi BPOLBF ini. Kita tau bahwa aktivitas pariwisata di wilayah Manggarai Barat ini mayoritas masih berfokus di laut. Kita perlu menyiapkan berbagai daya tarik lain agar dapat menarik wisatawan untuk juga beraktivitas wisata di darat,” tegasnya.















