Pada penyampaian laporan singkat, Direktur Utama PAM JAYA, Arief Nasrudin, menjelaskan bahwa gedung baru setinggi 12 lantai ini akan dilengkapi pusat komando layanan, ruang kerja kolaboratif, serta pusat edukasi air yang diklaim pertama di Indonesia. Selain berfungsi sebagai kantor pusat, fasilitas ini juga dirancang sebagai sarana edukasi publik terkait pengelolaan air permukaan. “Pusat edukasi air ini penting agar masyarakat memahami proses dan nilai air,” ujar Arief.
Proyek ini memiliki total durasi 640 hari kalender, dengan target penyelesaian pekerjaan konstruksi selama 590 hari kalender melalui skema percepatan, serta masa pemeliharaan selama 365 hari kalender. Dalam pelaksanaannya, WEGE–JKS KSO menerapkan Building Information Modeling (BIM) untuk meningkatkan akurasi perencanaan, efektivitas pelaksanaan konstruksi, serta pengendalian mutu dan biaya proyek.
Direktur Operasi II WEGE, Dwi Purnomo, menyampaikan bahwa proyek ini menunjukkan kapabilitas WEGE sebagai kontraktor gedung dalam mengelola proyek rancang bangun secara terintegrasi. Melalui WEGE–JKS KSO, WEGE menerapkan pengendalian mutu konstruksi yang ketat, standar keselamatan kerja, serta manajemen waktu yang terukur pada setiap tahapan pembangunan Gedung Sentra Pelayanan PAM JAYA.














