“Melalui tiga pilar bisnis yang dijalankan, yaitu konektivitas, media periklanan dan hiburan, serta pilar bisnis teknologi dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari, Surge fokus untuk memberikan nilai tambah optimal bagi seluruh stakeholder,” ujarnya.
Hermansjah menyatakan, entitas anak usaha WIFI, PT Integrasi Jaringan Ekosistem sudah memulai operasional penuh infrastruktur jaringan serat optik sepanjang 2.800 kilometer di sepanjag jalur kereta api Pulau Jawa, dengan kapasitas hingga 64 Tbps.
“Dengan berkolaborasi dengan ratusan Internet Service Provider (ISP) di berbagai daerah, perseroan optimistis dapat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi digital dan meningkatkan taraf hidup masyarakat,” imbuhnya.
Dalam waktu dekat, ungkap Hermansjah, WIFI akan meluncurkan ekosistem metaverse yang telah dikembangkan sejak awal 2022 bernama MyVerse.
Produk ini akan mengintegrasikan seluruh ekosistem digital Surge yang mengusung konsep konsep metaverse dapat diakses oleh seluruh kalangan masyarakat tanpa harus menggunakan wearable device.
“Untuk membangun ekosistem di dunia metaverse memang tidak mudah, diperlukan latency konektivitas yang rendah dalam memberikan experience terbaik bagi pengguna. Diperlukan perpaduan antara device, network dan application yang dapat menunjang metaverse agar berjalan lancar,” papar Hermansjah.















