Secara kontraktual, papar Hadian, proyek pembangunan Gedung InaTews ini terbagi menjadi dua seperti di Jakarta dan Bali. Adapun penerapan teknologi yang terpasang dalam bangunan gedung pun berbeda, Hadian pun menjelaskan bahwa pada Gedung Backup Center InaTews Bali ini menggunakan Lead Rubber Bearing (LRB) yang disesuaikan oleh karakteristik tanah yang ada di Denpasar.
“Secara demografis Bali memiliki karakteristik tanah yang berbeda yaitu berpasir. Inilah yang menjadi tantangan sehingga kami juga harus memberikan ‘treatment’ khusus yang berbeda dalam pemasangan untuk Teknologi Base Isolation tipe Lead Rubber Bearing (LRB) yang digunakan pada gedung InaTews BMKG di Bali ini. Terdapat 18 titik LRB yang kami terapkan dengan cara simultan dan berurutan dengan struktur lainnya, teknologi inilah yang menjadi konsentrasi kami hingga Gedung ini berdiri,” ujarnya.
Hadian pun menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan BMKG kepada WEGE untuk kembali pengembangkan infrastruktur BMKG yang sebelumnya telah menyelesaikan Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika di Tangerang pada Maret 2024 lalu dengan konsep bangunan hijau.
Senada dengan itu, Kepala BNPB, Suharyanto pun menyampaikan apresiasi atas langkah strategis ini. “Gedung ini sangat penting sebagai bagian dari penguatan sistem hilir penanggulangan bencana. Dengan kehadiran Command Center di Bali, kita berharap informasi kebencanaan dapat tersampaikan lebih cepat dan akurat ke daerah-daerah, meminimalkan korban saat bencana terjadi,” ungkapnya.














