“Ketersediaan pasokan pangan yang stabil, sehat, dan berasal dari komunitas lokal menjadi fondasi penting untuk mendorong pariwisata berkelanjutan dan regeneratif. Kolaborasi ini adalah wujud nyata sinergi multipihak dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus memberdayakan masyarakat lokal secara langsung.” Ujarnya.
Kebun Ketahanan Pangan Yayasan St. Damian ini juga bermitra dengan Yayasan Komodo Indonesia Lestari (Yakines) sebagai pelaksana program.
Yakines juga merupakan salah satu yayasan yang tergabung dalam Konsorsium Pangan Bernas bersama Yayasan KEHATI dan Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP) melalui program Urban Futures yang mendorong transformasi sistem pangan lokal di Manggarai Barat
Salah satu upaya dari inisiatif ini adalah penyelenggaraan pameran pangan lokal di Kebun St. Damian, yang menjadi ruang untuk memperkenalkan sekaligus menyelamatkan benih-benih lokal melalui peran aktif orang muda dan petani setempat.
Riani, perwakilan dari Yakines menyampaikan, ke depannya pendampingan untuk penguatan pangan ini akan mencakup teknik budidaya, manajemen hasil panen, serta pengelolaan distribusi secara berkelanjutan.
“Kami dari Yakines, khusus memberikan pendampingan dan pelatihan kepada Suster dan juga teman-teman di St. Damian untuk mengembangkan pertanian secara organik dengan berbagai jenis pupuk yang akan kami buat, dan akan mendampingi mereka untuk menguasai teknik bertanam” jelas Riani.















