JAKARTA – Kemunculan Yellen, yang akan menjadi pengganti Bernanke sebagai Gubernur the Fed mulai tahun depan, semalam berhasil mengangkat indeks harga saham.
Pendapat Yellen yang cenderung pro stimulus memangkas tingkat imbal hasil obligasi AS 10 thn ke 2.70% dan mendorong penguatan S&P sebanyak 0.81%.
Dollar Index pun terpuruk 0.4%.
Di sisi lain EUR/USD menguat 0.38% bersama dengan mata uang utama lainnya.
Jakarta Composite Index jatuh 1.8% kemarin bersamaan dengan tingkat imbal hasil obligasi pemerintah 10thn yang naik ke 8.59%.
Kurs rupiah JISDOR melemah ke 11,644 kemarin di saat kurs NDF 1bln menguat ke 11,530. Pelemahan rupiah terjadi sebelum data neraca pembayaran diumumkan.
Tren pelemahan rupiah masih akan terjadi ke depan walaupun sentimen pelemahan dollar seperti malam tadi akan mencegah pelemahan rupiah yang terlalu tajam.
Setelah melemah kompak kemarin, pasar Asia hari ini diperkirakan menguat mengikuti sentimen global.
Pagi ini indeks Nikkei 225 dan KOSPI sama-sama menguat di pembukaan.
Malam ini perlu ditunggu data Initial jobless claims yang jika lebih buruk dari harapan bisa menjaga sentimen pelemahan dollar.














