Sejak bencana alam itu terjadi, justru sumber daya Ethiopia berkembang.
Tercatat, pertumbuhan ekonomi rata-rata menjadi lebih dari 10%, menjadi negara dengan tingkat perekonomian tertinggi di kawasan Afrika.
Bahkan, investasi berkembang luar biasa.
Termasuk investasi-investasi yang berasal dari Indonesia.
Meski ekonomi Ethiopia tumbuh tinggi, Yoyok Pitoyo melihat sector pendorong pertumbuhan ekonomi masih menghadapi kendala.
Misalnya, persoalan di sector pertanian diantaranya pupuk, pestisida, air dan pemasaran.
“Dengan berbagai masalah yang dihadapi oleh keterbatasan sumberdaya, Ethiopia mampu mengandalkan komoditas kopi, minyak biji-bijian, bunga potong segar, dan sayur potongan kering sebagai unggulan ekspor,” ungkap Yoyok dalam webinar tersebut.
Sedangkan mitra ekspor utama diantaranya adalah Somalia, Belanda, Amerika, Saudi Arabia, UAE, dan Jerman.
“Sudah kita lihat bersama sejauh mana teknologi bisa membawa kita. Dalam hal ini saya sungguh ingin mengajak kepada segenap petani Indonesia, untuk bersama-sama dan segera untuk menggunakan teknologi-teknologi handal yang tersedia. Potensi kita lebih banyak dari Ethiopia, saya yakin kita bisa mencapai kemajuan yang lebih dari Ethiopia dengan teknologi yang tepat guna,” ungkap Yoyok.















