Sementara itu, Direktur Pangan dan Pertanian Bappenas, Anang Noegroho mengatakan tantangan dalam hal ini juga tidak terlepas dari pendekatan-pendekatan infrastruktur yang krusial dalam sistem pertanian.
Seperti diketahui bersama bahwa irigasi pertanian saat ini membutuhkanpengembangan.
“Jika melihat Ethiopia, kita seharusnya bisa sadar bahwa kerjasama pemutakhiran teknologi tepat guna sangat diperlukan.Terlebih lagi dalam masa Pandemi saat ini, kemudian dengan climate change yang terus berjalan, ditambah lagi dengan adanya perkembangan Industri 4.0,”ungkapnya.
Direktur Serealia Direktorat Jenderal Tanaman Pangan yang mewakili Dirjen Tanaman Pangan Suwandi, Tim Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Ismail Wahab menjelaskan untuk meningkatkan perkembangan pertanian dalam rangka pemulihan ekonomi nasional, pihaknya sudah membuat dan memetakan Cara Bertindak sebagai panduan dasar.
“Untuk produksi beras sendiri kita nomor 2 di Asia Tenggara. Ini artinya kita memiliki daya saing yang tinggi dalam hal produktivitas pertanian,”ungkap Ismail.















