Zendhy menegaskan bahwa setelah kejadian tersebut dirinya telah berupaya menyelesaikan persoalan secara langsung dengan pihak restoran.
“Saya datang kembali untuk menyampaikan permohonan maaf secara langsung dan menyelesaikan kewajiban pembayaran. Harapan saya sebenarnya sederhana, persoalan ini bisa diselesaikan secara baik tanpa harus berkembang menjadi polemik besar,” ujarnya.
Zendhy juga menyampaikan bahwa saat ini persoalan tersebut tengah berada dalam proses hukum dan ia menghormati sepenuhnya proses yang sedang berjalan.
“Saya percaya proses hukum akan melihat seluruh peristiwa ini secara utuh dan objektif,” katanya.
Melalui klarifikasi ini, Zendhy juga mengajak masyarakat untuk melihat peristiwa tersebut secara lebih bijak serta menjadikannya sebagai pelajaran bersama.
“Mungkin kita semua bisa belajar dari kejadian ini. Belajar menjadi konsumen yang lebih baik, belajar menjadi pemilik usaha yang lebih bijak dalam menyikapi pelanggan, dan juga belajar menjadi netizen yang tidak mudah melakukan cyberbullying,” kata Zendhy.
Ia berharap ruang digital dapat menjadi tempat yang lebih sehat, di mana setiap persoalan tidak langsung berubah menjadi penghakiman massal terhadap seseorang maupun keluarganya.















