Dalam industri fesyen, ketidakefisienan rantai pasokan inti menghalangi para penjual skala kecil dan menengah untuk membuka potensi penuh mereka dibandingkan dengan brand besar.
“Kami menciptakan sebuah wadah dengan layanan dan produk terbaik di kelasnya untuk semua penjual – terlepas dari besarannya. Kami rasa pendekatan ini dapat mendukung pertumbuhan besar bagi para pemasok di Asia Tenggara. Kami sangat bersyukur atas dukungan berkelanjutan dari para investor kami maupun para investor baru yang memiliki visi dan ambisi yang sama untuk membangun perusahaan fesyen terdepan,” ujarnya.
Dia menjelaskan, dari US$ 3 triliun manufaktur fesyen global, 1,4 triliunnya berasal dari Asia. Jika pasokan ini dioptimalkan lebih lanjut, maka potensi bernilai miliaran dolar dapat diakses.
Zilingo telah berkembang secara pesat dengan mengintegrasikan platform B2B dan B2C serta berfokus untuk melayani para penjual dengan lebih baik. Perusahaan ini telah tumbuh 4 kali secara pendapatan dalam kurun waktu 12 bulan terakhir karena semakin banyak penjual yang bersedia membayar untuk menggunakan layanan yang dapat menambah nilai bagi bisnis mereka baik dalam jangka pendek dan panjang.
“Platform komprehensif milik Zilingo memungkinkan konsumen untuk memiliki akses yang lebih besar ke beragam penjual fesyen guna memupuk kemitraan lintas batas antara para penjual mikro dan produsen, serta memberi mereka layanan bernilai tambah seperti pembiayaan modal kerja. EDBI dengan bangga mendukung Zilingo untuk memberdayakan industri fesyen B2B melalui Singapura, dengan berbagai solusi e-commerce mereka untuk memenuhi tuntutan pasar konsumen digital yang berkembang pesat di Asia,” kata Chu Swee Yeok, Chief Executive Officer dan Presiden EDBI.














