JAKARTA-Intelektual Muda Nahdlatul Ulama (NU) Zuhairi Misrawi menilai isu agama telah digunakan secara politis untuk menjatuhkan integritas, kredibilitas dan elektabilitas Gubernur Petahana DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, sehingga telah diadili sebelum dimintakan klarifikasi. Hal ini menjadi preseden buruk bagi keharmonisan di tengah-tengah masyarakat.
Menurutnya, ada pihak-pihak yang secara serius menggunakan isu penistaan agama secara politis untuk menjatuhkan integritas Cagub nomor urut 2 ini. “Dan kita tahu Bapak Basuki tidak mungkin dikalahkan dengan menggunakan isu-isu agama. Karena saya percaya terhadap pilihan orang-orang Jakarta yang sudah cukup tahu apa yang sudah dikerjakan oleh Bapak Basuki, ” ungkapnya.
Untuk itu, dia menyerukan agar mengembalikan Pilkada DKI Jakarta ke khitohnya untuk memilih pemimpin yang terbaik yang betul-betul melayani rakyat dan mengabdi kepada Negara dan Bangsa..
Zuhairi mengaku secara pribadi mengenal Basuki yang memilik kedekatan dengan orang-orang muslim dan mempunyai ketulusan dalam persahabatan. Pernyataannya di Pulau Pramuka Kepulauan Seribu tidak bisa dikategorikan atau disimpulkan sebagai menodai agama. Karena dalam pernyataannya Basuki ingin mengatakan bahwa marilah berpolitik secara terhormat. “Jangan menggunakan paham keagamaan untuk kepentingan politik,” imbuhnya.












