Dalam buku tersebut, BI menggarisbawahi arah kebijakan makroprudensial 2014 yang difokuskan pada langkah-langkah untuk memitigasi risiko sistemik termasuk transmisinya dari risiko kredit, risiko likuiditas, dan risiko pasar melalui penguatan asemen dan surveillance, penguatan koordinasi BI-OJK, penguatan akses keuangan kelompok usaha dan masyarakat kecil-menengah, serta peningkatan likuiditas pasar melalui pendalaman pasar.
Kegiatan asesmen dan surveillance menjadi salah satu early warning tools dalam memitigasi potensi terjadinya risiko sistemik di sistem keuangan.
Dalam kesempatan itu pula, BI menyelenggarakan diskusi yang melibatkan OJK, kementrian, perbankan, asosiasi dan lembaga terkait lainnya dengan tema “A New Challenge: Peran Bank Indonesia di Bidang Makroprudensial dalam Memperkuat Stabilitas Sistem Keuangan”.
Diskusi yang membahas mengenai fungsi dan tugas Bank Indonesia dalam memperkuat Stabilitas Sistem Keuangan tersebut menghadirkan narasumber Halim Alamsyah (Deputi Gubernur BI), Anton Gunawan (Ekonom Universitas Indonesia), Sri Adiningsih (Guru Besar Ekonomi Universitas Gadjah Mada) dan Benedict Bingham (IMF Senior Resident Representative for Indonesia), sementara sebagai moderator diskusi adalah Agusman (Direktur Bank Indonesia).













