JAKARTA-Bank Indonesia (BI) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada April 2015 kembali mencatat surplus sebesar 0,45 miliar dolar AS. Hal ini ditopang oleh kenaikan surplus neraca nonmigas. “Kondisi menunjukkan perkembangan yang positif,” ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Tirta Segara dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (17/5).
Namun demikian, defisit neraca migas yang meningkat mengakibatkan surplus neraca perdagangan tersebut lebih rendah dibandingkan dengan surplus pada periode sebelumnya sebesar 1,02 miliar dolar AS. Kinerja neraca perdagangan April 2015 tersebut lebih baik dibandingkan dengan kinerja pada April 2014 yang mencatat defisit sebesar 1,97 miliar dolar AS. “Surplus neraca perdagangan nonmigas meningkat dari 1,30 miliar dolar AS pada bulan sebelumnya menjadi 1,33 miliar dolar AS pada April 2015,” urainya.
Menurutnya, kenaikan surplus neraca nonmigas dipengaruhi oleh penurunan impor nonmigas yang lebih tajam dibandingkan dengan penurunan ekspor nonmigas. Ekspor nonmigas terkontraksi sebesar 0,17% (mtm) menjadi 11,63 miliar dolar AS, terutama karena turunnya ekspor bahan bakar mineral, mesin/peralatan listrik, dan perhiasan/permata. Penurunan lebih lanjut tertahan oleh perbaikan kinerja ekspor beberapa komoditas, terutama lemak dan minyak hewan/nabati, karet dan barang dari karet, dan alas kaki. Penurunan kinerja ekspor juga diiringi oleh penurunan impor nonmigas sebesar 0,46% (mtm) menjadi 10,29 miliar dolar AS, terutama karena penurunan impor mesin dan peralatan mekanik, kendaraan bermotor dan bagiannya, dan pupuk.














