“Kehadiran sang “wonder woman” di bidang yang jalani telah meningkatkan performa perusahaan/organisasi tempat yang bersangkutan menjalani profesinya, yang memberikan nilai tambah ekonomi bagi banyak keluarga Indonesia,” tegasnya.
Para perempuan yang berasal dari latar belakang keilmuan, usia dan profesi ini, diharapkan mampu memotivasi banyak generasi muda Indonesia untuk menjadikan para penerima penghargaan sebagai model dari pekerja professional yang memiliki komitmen menjalani sebuah profesi dengan konsisten serta membuka mata akan peluang kerja yang sangat luas berdasarkan keahlian yang mendalam.
Kriteria di atas sangat relevan dengan semangat berdirinya Program Vokasi UI yang bertujuan untuk menghasilkan para professional, dimana program Vokasi UI bertanggungjawab mempersiapkan para pekerja yang siap menghadapi tantangan kerja salah satunya program AFTA 2015, yang membuka peluang para pekerja asing untuk mengadu nasib di Indonesia.
Universitas Indonesia, semenjak tahun 2008 telah mengintegrasikan berbagai program diploma yang awalnya tersebar di fakultas.
Hal ini dimaksudkan untuk mengembalikan marwah universitas sebagai pabrik pengetahuan (factory of knowledge) yang bertugas menghasilkan riset-riset unggulan melalui tangan para ilmuwanya. Sedangkan program vokasi (kejuruan), harus mampu menjalankan fungsi menjadi pabrik ketrampilan, yang akan menghasilkan tenaga kerja siap pakai, professional dan mampu bersaing secara global.














