Diakui Rizwan, pandemi Covid-19 yang terjadi juga memberikan dampak bagi Baburayyan.
Jika sebelumnya mereka mampu mengekspor 1.000-1.500 ton per tahun, namun di 2020 lalu hanya sebanyak 499,2 ton dengan nilai Rp35,6 miliar.
“Untuk tahun 2021 ini, hingga Mei Baburayyan menjual sebanyak 57.000 kg senilai Rp4,2 miliar,” tandasnya.













