Sebagai informasi, Jetro adalah organisasi bentukan Pemerintah Jepang yang bertugas mempromosikan perdagangan dan investasi ke seluruh dunia. Menurut Parman, Jepang merupakan pasar yang cukup besar dengan standarisasi produk yang sangat ketat. Karenanya, PNM punya kepentingan untuk menyiapkan nasabah Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) yang punya kompetensi dalam menghasilkan produk-produk berkualitas sesuai dengan permintaan pasar Jepang. “Dari ratusan ribu UMKM binaan PNM, untuk produk food maupun non-food, saat ini 22.000 UMKM masuk dalam proses seleksi pembinaan lanjutan untuk bisa menembus pasar Jepang,” ujar Parman.
Kerjasama kemitraan PNM dengan Jetro memuat sejumlah klausul kemitraan terkait peluang pasar dan investasi serta pengembangan kapasitas UMKM. Teknis kerjasama bisa berupa pengiriman tenaga ahli, pelatihan atau seminar, studi banding, dan bantuan teknis lainnya.
Executive Vice President PNM Arief Mulyadi, mengatakan selama ini PNM telah memberikan pelatihan regular kepada nasabah UMKM secara berjenjang, mulai dari tingkat unit atau ULaMM, klaster hingga cabang. Materi pelatihan beragam, mulai dari yang strategi bisnis yang sifatnya sederhana hingga penjajakan sinergi usaha antar-UMKM. “Kami juga menggunakan website sebagai media publikasi dan komunikasi nasabah ULaMM serta membuka Klinik Bisnis di kantor-kantor Cabang PNM sebagai sarana intermediasi nasabah dengan tenaga atau lembaga ahli,” tuturnya.













