CIMAHI-Pemerintah selalu dihadapkan pada persoalan klasik naiknya harga sejumlah bahan kebutuhan pokok menjelang Ramadan. Saat menggelar operasi pasar di Cimahi, Jawa Barat, Presiden Joko Widodo ‘menebar ancaman’ kepada pihak-pihak yang mencoba mengambil untung dengan mempermainkan harga bahan pokok masyarakat. “Siapa pun, tak boleh melakukan spekulasi, apalagi mempermainkan harga yang berakibat menyengsarakan rakyat.Saya ingatkan jangan ada yang bermain menjelang Lebaran, kalau ada kenaikan tidak wajar, bermain harga, pasti akan saya kejar,” tegas Presiden Jokowi di Cimahi, Senin (15/6).
Presiden menginstruksikan anak buahnya untuk ‘memelototi’ pergerakan harga bahan kebutuhan pokok. Apabila ada kenaikan tidak wajar, presiden menginstruksikan agar langsung bertindak dengan memasok barang.
Sejauh ini, kata Presiden, pasokan bahan kebutuhan masyarakat dalam kondisi aman. Namun demikian, Presiden mengingatkan pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Kota/ Kabupaten perlu melakukan operasi pasar mengingat Indeks Harga Konsumen Gabungan Jawa Barat masih tinggi.
Dari tujuh kota pantauan di Jawa Barat pada Mei 2015, seluruh kota mengalami inflasi, yaitu kota Bogor sebesar 0,38%, Kota Sukabumi sebesar 0,47%, Kota Bandung sebesar 0,28%, Kota Cirebon sebesar 0,68%, Kota Bekasi sebesar 0,40% Kota Depok sebesar 0,65% dan Kota Tasikmalaya sebesar 0,21%. “Baik gula, beras, bawang merah, stok ada. Kalau nanti ada harga bawang merah sampai Rp 30.000 dan Rp 27.000, saya grojok (guyur pasar), cabai kalau harga masih di atas, saya grojok lagi, karena baru panen di Cirebon, Sukabumi dan Sumedang, manajemen













