Menjadi tantangan tersendiri bagi Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo untuk meningkatkan ketersediaan daging, telur dan susu.
Apalagi program minum susu gratis telah menjadi janji politik saat kampanye pilpres tahun lalu.
Muncul pertanyaan besar. Bagaimana pemerintah akan menyediakan produk peternakan secara mandiri. Haruskah mengandalkan impor?
Untuk menjawab tantangan tersebut, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan rupanya telah menyusun peta jalan percepatan penyediaan daging, telur dan susu.
Adalah Prof. Ali Agus yang menjadi arsitek di balik layar penyusunan peta jalan tersebut.
Prof. Ali yang telah 35 tahun berpengalaman dalam riset dan inovasi peternakan, dipercaya Menteri Pertanian Dr. Andi Amran Sulaiman untuk merancang roadmap swasembada protein hewani Indonesia 2025-2035.
Dari ruang laboratorium Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada hingga koridor Kementerian Pertanian, perjalanan akademis Prof. Ali mencerminkan transformasi Indonesia dari negara pengimpor menuju swasembada protein hewani. Ia mengabdikan hampir empat dekade hidupnya untuk ilmu nutrisi dan makanan ternak.
Ia pun dipercaya menjadi Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Hilirisasi Produk Peternakan sejak Oktober 2023.















