“Menjadi dosen sejak tahun 1990 dan sekarang ini tahun 2025, berarti sudah genap 35 tahun ya. Wah, tidak terasa sebagai akademisi, sebagai peneliti,” ujar Prof. Ali.
Dari Jerami hingga Teknologi Revolusioner
Perjalanan riset Prof. Ali dimulai dari hal yang tampak sederhana: jerami padi.
Sebagai dosen muda, dia mengembangkan teknologi fermentasi jerami padi untuk meningkatkan kualitas gizinya hingga hampir menyamai rumput.
Inovasi ini kemudian berkembang menjadi serangkaian terobosan yang mengubah lanskap peternakan Indonesia khususnya bidang teknologi pakan.
“Sejak saya kuliah S1, S2, dan S3, yang saya pelajari adalah ilmu nutrisi dan makanan ternak. Khususnya teknologi pakan,” jelasnya. Dari situlah lahir berbagai inovasi yang kini diadopsi masyarakat luas, termasuk Fermented Complete Feed yang populer disebut “burger pakan”.
Teknologi ini bukan sekadar inovasi akademis. Dalam dunia bisnis peternakan, pakan memegang peranan krusial karena 60-70 persen biaya produksi berasal dari komponen ini.
“Kalau kita bisa melakukan inovasi-inovasi pakan, ya, misalnya memanfaatkan hasil samping industri, hasil samping pertanian, mengembangkan feed suplement, maka akan meningkatkan efisiensi pakan yang berarti keuntungan” kata Prof. Ali menjelaskan urgensi penelitiannya.















