Burger Pakan: Solusi Revolusioner untuk Peternak
Inovasi paling menonjol Prof. Ali adalah pengembangan Fermented Complete Feed atau “burger pakan”. Teknologi ini mengombinasikan hijauan, rumput-rumputan, konsentrat, mineral, dan vitamin dalam satu paket yang difermentasi.
“Itu seperti campuran ada hijauan, rumput-rumputan, kemudian ada konsentrat mineral, vitamin. Dan itu kalau diberikan kepada sapi, bisa sapi potong, sapi perah, cukup dengan itu. Jadi tidak perlu diberikan sendiri-sendiri,” jelasnya.
Keunggulan teknologi ini sangat terasa saat musim kemarau atau paceklik pakan ketika hijauan sulit ditemukan. Hasil ujicoba di peternakan sapi perah menunjukkan manfaat signifikan, terutama saat musim kemarau maupun ketika menghadapi wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
“Ke depan, mau pelihara sapi berapa, memelihara domba berapa, mau memelihara sapi perah, tidak akan menjadi persoalan serius. Kalau dukungan pakan ini tercipta, sudah akan menjadi revolusi kemajuan industri peternakan,” prediksi Prof. Ali.
Indonesia: Kekuatan Tersembunyi Protein Hewani Dunia
Indonesia ternyata memiliki posisi mengejutkan di pasar global.
Negara ini merupakan produsen telur terbesar ketiga dunia. Sebuah fakta yang jarang diketahui publik.















