“Fintech berkembang sangat cepat, dan kualitas talenta menentukan keberlanjutan industri. Dalam semangat Mandiri BFN Fest 2025, kerja sama ini menjadi wujud komitmen kami untuk memastikan tersedianya kurikulum pelatihan dan sertifikasi profesional yang relevan dengan kebutuhan industri dan selaras dengan standar internasional, agar talenta Indonesia benar-benar siap bersaing di era ekonomi digital,” ujarnya.
MoU ini menjadi landasan bagi kedua asosiasi untuk merancang program pelatihan terakreditasi, menyusun kurikulum yang relevan dengan perkembangan industri, serta memfasilitasi sertifikasi profesi guna meningkatkan daya saing sumber daya manusia Indonesia, baik di tingkat nasional maupun global.
Kerja sama ini juga mencakup penguatan tata kelola, manajemen risiko, responsible investment, penyelenggaraan masterclass akselerasi startup, publikasi bersama, serta kegiatan promosi investasi di sektor teknologi finansial dan venture capital.
Ketua AMVESINDO, Eddi Danusaputro, menambahkan bahwa kebutuhan talenta di sektor venture capital dan startup semakin kompleks.
“Investor saat ini tidak hanya mencari startup dengan pertumbuhan cepat, tetapi juga tim yang memahami governance, keberlanjutan, serta kesiapan ekspansi global. Melalui MoU ini, kami ingin membantu menciptakan talenta dan founder yang lebih siap menghadapi kebutuhan pasar global, mulai dari fundraising, pengelolaan risiko, sampai kesiapan tata kelola untuk scale-up,” jelasnya.












