JAKARTA – Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi PKB, Mafirion mengkritik keras kinerja Menteri Hak Azazi Manusia, Natalius Pigai yang dinilai tidak terlihat kinerjanya sejak dilantik pada 5 November 2024 lalu oleh Presiden Prabowo Subianto.
Padahal menurutnya, sepanjang 5 tahun terakhir ratusan kasus pelanggaran HAM yang terjadi di masyarakat dan rentetan peristiwa itu terus bertambah.
Baru-baru ini salah satu peristiwa HAM yang paling ia sorot adalah yang dialami oleh masyarakat di Pulau Rempang, Batam, Kepulaun Riau hingga kini.
Di mana tiga warga asli Rempang Siti Hawa (67 tahun) alias Nek Awe beserta dua warga lainnya Abu Bakar alias Pak Aceh (54 tahun) dan Sani Rio (37 tahun) ditetapkan tersangka, cuma karena mempertahankan tanah kelahirannya.
“Saya tidak melihat apa yang dilakukan oleh Kementerian HAM terhadap kasus Rempang. Berapa orang yang ditangkap? Berapa yang ditersangkakan? Nenek-nenek umur 67 tahun hari ini ditersangkakan,” kata Mafirion saat rapat kerja Komisi XIII DPR dengan Kementerian HAM, pekan lalu.
Dengan nada sedih bercampur emosi, pria kelahiran Pulau Kijang, Reteh,Inhil itu mengajak menteri yang berlatar belakang aktivis sekaligus pegiat HAM itu untuk melihat suatu peristiwa dengan logika akal sehat.















