Oleh: Petrus Selestinus
Buat Anies Baswedan (Anies), buat Partai Politik dan buat seluruh rakyat Indonesia, ada 2 isu krusial yang mesti diwaspadai, tidak hanya oleh Anies akan tetapi juga oleh Partai Politik dan Rakyat pemilih dalam proses menentukan kepemimpinan nasional menjuju 2024, yaitu isu tentang “Politik Identitas” dan isu tentang “Korupsi”.
Isu Politik Identitas dan Isu Korupsi akan diperhadapkan kepada Anies dalam kontestasi Pilpres 2024, karena pada saat yang bersamaan hasil survei beberapa lembaga survei, Anies berada dalam posisi 3 (tiga) besar Capres 2024.
Sehingga Anies memiliki daya tarik tersendiri bagi setiap kelompok kepentingan untuk mendekatkan diri atau didekati dalam kepemimpinan nasional 2024.
Namun demikian, pada saat yang bersamaan pula Anies diperhadapkan pada proses hukum atas dugaan tindak pidana korupsi pembangunan Sirkuit Formula E dll di KPK.
Dimana Anies menjadi sorotan bahkan pernah dipanggil KPK untuk memberikan klarifikasi sehingga berpotensi menjadi saksi dan/atau tersangka korupsi di KPK.
POLITIK IDENTITAS DAN KORUPSI
Khilafatul Muslimin, HTI, FPI dll yang menjadi kendaraan politik identitas ketika Anies ikut dalam kontestasi Pilkada DKI Jakarta 2017 dan sukses mengantarkan Anies sebagai Gubernur DKI, masih terus bermetamorfosa menjadi sebuah kekuatan alternatif yang dikapitalisasi menjadi pendukung Anies pada Pencapresan 2024.














