Semuanya dalam proses yang sesuai dengan kebijakan. Namun diakuinya dalam proses itu ada yang dijadikan skala prioritas, ada jangka pendek, menengah dan panjang.
Sementara virus Corona ini jenis baru dan semua negara sedang dalam proses riset. Masing-masing berusaha menyelesaikan tantangan untuk kebaikan warganya. Pemerintah Indonesia juga dalam tahapan itu.
Di sisi lain, pihaknya juga mendorong masyarakat Indonesia untuk meningkatkan kualitas kesehatan, sekaligus meningkatkan kekebalan tubuh dengan ramuan tradisional.
“Kita punya khazanah rempah-rempah yang sangat kaya manfaat, baik dari sisi medis maupun ekonomi. Warga kita membuat ramuan untuk meningkatkan kekebalan/kualitas kesehatan dari jahe, kunyit, dauh serai, dsb. Kita harus apresiasi itu,” ujarnya.
Selain itu, ungkap Gus Nabil, ada lagi penelitian yang menyatakan jambu biji, kulit jeruk bermanfaat untuk penyembuhan pasien Corona. Makanya ke depan pemerintah Indonesia harus mendorong kebijakan untuk riset-riset herbal dalam jangka menengah dan panjang.
Ketiga Dana Abadi Riset.
Menurut Gus Nabil, dana ini sangat penting bagi prioritas untuk riset Kenekaragaman Hayati. Dia mengatakan, DPR telah menyetujui peningkatan dana riset Rp 5 triliun untuk tahun ini. Dari sebelumnya Rp 950 miliar, saat ini menjadi Rp 5.95 triliun. Bahkan, ada rencana untuk menambah anggaran dana abadi riset hingga Rp 30 triliun hingga 2024.














