Diakuinya, sejak awal sudah ada usulan prioritas untuk riset keanekaragaman hayati Indonesia yang sangat melimpah dan tinggal mendorong sumber daya peneliti Indonesia untuk, bekerja sama dengan jaringan peneliti internasional.
“Kita punya resources, punya suntikan anggaran, jaringan, ribuan SDM Indonesia baik yang ada di negeri ini maupun yang sekolah atau bekerja di internasional. Kami mendorong agar riset-riset keanekaragaman hayati ditingkatkan porsi dan prioritasnya, jangan sampai kita impor sekitar 90 persen obat seperti beberapa tahun terakhir. Kita harus mengolah khazanah rempah-rempah kita untuk produksi herbal medicine dalam skala yang lebih luas,” pungkas Gus Nabil.














