Menag menegaskan bahwa Pemerintah terus berupaya meningkatkan layanan bagi jemaah haji Indonesia. Kehadiran Embarkasi/Debarkasi Haji BIJB Kertajati ini diharapkan akan menambah kenyamanan bagi jemaah haji Jawa Barat.
“Kami ingin tahun ini ada pilot project percepatan proses imigrasi saat kepulangan jemaah. Jika memungkinkan akan dilakukan di Jeddah atau saat di pesawat sehingga ketika tiba di Tanah Air, jemaah bisa langsung pulang,” ujar Menag seraya menambahkan harapannya, itu bisa dilakukan juga di Kertajati untuk pilot project-nya.
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Jabar, Buchori, menjelaskan proses keberangkatan itu terbagi dalam beberapa alur.
Pertama, proses penerimaan jemaah haji kepada Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Bekasi. Penyerahan jemaah ini biasanya diserahterimakan langsung dari Bupati atau Walikota, dan butuh waktu hanya 2 jam.
Tahap kedua, pemeriksaan kesehatan jemaah haji dan dokumen haji. Pada tahap ini, dibagikan juga paspor, living cost serta gelang. Jemaah haji yang telah memenuhi persyaratan, bisa langsung masuk ke kamar asrama haji.
“Setelah itu dianggap memenuhi persyaratan-persyaratan yang harus dibawa ke Saudi, jemaah langsung masuk ke asrama haji. Itu juga membutuhkan waktu sekian jam,” sambung Buchori.














