Selain itu, pahlawan adalah seorang pribadinya tercerahkan, karena antara pikiran dan hatinya dalam satu kesatuan.
“Karena sekarang banyak orang pintar bergelar profesor, doktor tetapi banyak dibui karena korupsi. Itu karena antara pikiran dan hati nuraninya tidak sejalan,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua MPR Melani Leimena Suharli mengatakan saat ini Pimpinan MPR tengah mengupayakan agar Soekarno-Hatta mendapat gelar pahlawan nasional.
“Meskipun keduanya telah mendapat gelar pahlawan proklamator sesuai Keppres No.81 tahun 1986 namun, itu gelar dwitunggal. Kami ingin ada pemisahan, bahwa beliau berdua juga berhak mendapat gelar pahlawan nasional, bukan pahlawan proklamator,” kata putri pahlawan dari Maluku Dr Leimena ini.
Melani juga berharap publik dapat mengenal sosok 174 pahlawanan Nasional yang sudah dibukukan.
“Karena setahu saya yang dipublikasikan hanya 40 saja. Seperti Sultan Aceh pertama wanita yang bergelar pahlawan nasional dan akan saya perankan dalam pentas budaya nanti, saya yakin tidak banyak yang tahu,” kelakarnya. **












