Untuk Tahun Buku 2024, BBTN berhasil membukukan penyaluran kredit dan pembiayaan sebesar Rp357,97 triliun atau bertumbuh 7,3 persen (year-on-year) dibandingkan pada 2023 yang sebesar Rp333,69 triliun.
Seperti diketahui, pada akhir 2022 penyaluran kredit dan pembiayaan BBTN mencapai Rp298,28 triliun, per 31 Desember 2021 sebesar Rp274,83 triliun dan per akhir 2021 senilai Rp260,11 triliun.
Nixon menyebutkan, penyaluran kredit BTN pada 2024, terutama didorong bisnis KPR Subsidi maupun Non-subsidi, seiring dengan permintaan yang terus meningkat terhadap kepemilkan rumah.
Hingga akhir Desember 2024, penyaluran KPR Subsidi BTN mencapai Rp173,84 triliun atau meningkat 7,5 persen (y-o-y). Sementara itu, KPR Non-subsidi bertumbuh 10,2 persen (y-o-y) menjadi Rp105,95 triliun per akhir 2024.
Selain itu, BBTN juga membukukan pertumbuhan di segmen kredit bermargin tinggi (high-yield loans), yaitu Kredit Usaha Rakyat (KUR), Kredit Agunan Rumah (KAR) dan Kredit Ringan (KRING) yang mencapai 13,9 persen (y-o-y) menjadi Rp16,4 triliun per 31 Desember 2024.
Nixon menjelaskan, pertumbuhan tersebut ditopang beberapa inisiatif strategis, seperti kerjasama dengan institusi keuangan non0bank untuk KUR, meningkatkan layanan payroll untuk KRING dan cross-selling melalui beberapa nasabah institusi utama BTN untuk KAR.














