Terkait penyelenggaraan Pesta Kesenian Bali itu, Presiden Jokowi mengemukakan, kebudayaan sampai batas-batas tertentu ditampilkan untuk kemudian memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Artinya, lanjut Jokowi, pembangunan kebudayaan akan memperkuat pembangunan pariwisata dan pembangunan pariwisata akan memperkuat pembangunan kebudayaan.
“Itu yang saat ini dikenal dengan cultural industry,” ungkap Presiden Jokowi seraya menyebutkan, bahwa cultural industry adalah industri dengan nilai tambah yang tertinggi.
Menurut Presiden Jokowi, Bali mempunyai potensi yang sangat besar untuk cultural industry ini, dan ia meyakini Bali dapat mengalahkan dunia dalam hal cultural industry ini.
Sebelumnya Gubernur Bali Made Mangkus Pastika mengemukakan, Pesta Kesenian Bali adalah agenda rutin tahunan yang merupakan puncak apresiasi bagi seniman Bali sekaligus wahana komunikasi antar seniman yang sangat dinanti-nantikan masyarakat.
“PKB ini akan berlangsung sebulan penuh, dari tanggal 13 Juni sampai 11 Juli 2015. Lima materi pokok kegiatan, yaitu pawai, pagelaran, lomba atau parade, pameran, dan saresehan. Didukung oleh sekitar 15.000 orang seniman,” kata Pastika.
Selain Bali, dalam PKB ke-37 ini juga akan tampil juga kebudayaan dari daerah lain seperti Banten, Jakarta, Jogjakarta, Kaltim, Gorontalo, Sulbar, NTT, Lampung Barat, Bantul, Cirebon, Magelang, Surakarta, Bima, dan Balikpapan.













