Begitu cacing kering sempurna, kemudian dipisahkan berdasarkan ukuran.
Cacing berukuran kecil atau jenis Lumbricus rubellus dikirim ke pabrik farmasi.
Per kilogram dihargai Rp200.000.
Sayangnya setelah pengiriman, Lilis tidak bisa langsung mendapatkan pembayaran.
Ia perlu menunggu satu hingga dua minggu karena pabrik perlu memeriksa kualitas cacing yang dikirimkan.
Setelah dua minggu dan semua cacing dinyatakan layak, pembayaran baru bisa dilakukan.
Hal ini menjadi tantangan tersendiri baginya.
Sementara cacing berukuran besar atau jenis Perionyx excavates diolah menjadi bubuk cacing.
Sebagian bubuk cacing dikirim ke produsen jamu di Jawa Tengah dan sebagian lainnya dijual di e-commerce.
Satu kilogram bubuk cacing dihargai Rp250.000.
Sejak mendapatkan permodalan dari Amartha, Lilis juga mendapatkan pendampingan bisnis dan pelatihan keuangan digital dari tim Business Partner.
Berkat pendampingan dan pelatihan, Lilis menjadi lebih percaya diri dalam menggunakan ponsel pintar sebagai sarana mengembangkan usaha dengan memanfaatkan e-commerceuntuk menjangkau pembeli yang lebih luas.
“Ibu juga jualan di online buat yang bubuk cacing. Kalau online yang beli dari mana-mana. Pernah kirim ke Jawa Tengah. Ke Flores juga pernah. Ada yang pesan sekilo pun tetap Ibu layanin,” tuturnya.















