JAKARTA – Grup Adaro siap mengantar salah satu entitasnya listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 05 Desember 2024.
Kali ini, giliran perusahaan di sektor energi, yakni PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI).
Perseroan telah menyelesaikan proses penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) saham pada 29 November-03 Desember 2024 dengan harga penawaran Rp5.550 per saham.
Dari aksi korporasi ini, AADI memperoleh tambahan modal sebesar Rp4,32 triliun.
Menurut pengumuman BEI, Rabu (04/12/2024), sebanyak 7,786 miliar saham AADI bernominal Rp3.125 setiap saham ini dicatatkan di BEI pada Kamis (05/12/2024).
Jumlah ini terdiri atas 0,008 miliar unit saham pendiri dan sebanyak 778.689.200 saham IPO. Saham AADI dicatatkan di Papan Utama BEI.
Menurut Adi Pratomo Arynanto, Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 2 BEI, dan Pande Made Kusuma Ari A., Kepada Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI, Direksi BEI telah menyetujui pencatatan saham AADI melalui surat nomor S-12569/BEI.PP2/12-2024 tanggal 02 Desember 2024.
Adi menjelaskan, sesuai dengan ketentuan Peraturan Bursa Nomor I-A dan Surat Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00014/BEI/03-2022 tanggal 25 Maret 2022, jumlah saham free float AADI per tanggal 04 Desember 2024 adalah sebanyak 778.689.200 saham atau 10,00% dari jumlah saham tercatat.















