Sedangkan kredit konsumsi tumbuh 18,8 persen (yoy). Hal ini mengindikasikan, pertumbuhan kredit perbankan masih cukup konsisten dengan tingkat pertumbuhan ekonomi nasional. “Memang, kami sedang fokus mengamati kredit sektor properti,” jawab dia..
Dia berharap, kenaikan BI Rate bisa menjadi pesan bahwa kondisi perekonomian saat ini sudah berbeda dengan setahun lalu. “Satu tahun yang lalu iklim ekonomi kita berbeda dengan sekarang. Satu tahun lalu suasana di kita ikondisinya surplus, kondisi indikator-indikatornya cukup baik. Artinya tidak ada defisit yang besar, fiskal juga tidak dalam kondisi defisit yangg besar, tidak ada primary balance yang negatif,” papar Agus.
Langkah selanjutnya yang akan di tempuh BI, kata Agus, menjaga ketersediaan valuta asing di pasar. “BI berkomitmen, kalau nanti perlu apa-apa, maka BI akan turun menyediakan valas. Tetapi, market juga harus bekerja secara sehat,” tegas Agus.













