“Jangan-jangan yang mempersoalkan ini tidak paham cara kerja partai politik? Atau memang sedang mencoba menciptakan kesan seolah ada yang tidak beres dengan pertemuan biasa di internal partai,” terangnya.
Di PDIP ujar Bonnie Triyana, egaliter itu bukan jargon.
“Setiap hari kita buktikan. Mas Hasto selalu terbuka untuk semua kader,” imbuhnya.
Bonnie Triyana menerangkan Mas Hasto itu orang yang egaliter.
Di kantor partai, Mas Hasto terbiasa ngobrol dengan siapa saja—mulai dari petugas kebersihan, OB, sampai staf-staf muda.
“Saya sendiri berkali-kali menyaksikan itu. Siapa pun yang datang ingin bertemu, asal sopan dan punya niat baik, beliau terima dengan tangan terbuka. Tidak ada jarak. Tidak ada protokoler yang berlebihan,” tegasnya.
“Jadi kalau Harun Masiku, yang adalah anggota resmi partai, datang menemui Sekjen, itu hal yang sangat biasa. Bahkan yang bukan kader pun sering berdialog dengan Mas Hasto,” ucapnya.
Bonnie Triyana Kembali menjelaskan budaya di PDI Perjuangan itu gotong-royong dan kekeluargaan.
Semua kader, apapun latar belakangnya, punya ruang untuk berkomunikasi dengan pimpinan partai.
Justru aneh kalau ada pemimpin partai yang tertutup dan membatasi diri dari kadernya sendiri.















