Nantinya bantuan ini bisa dimaksimalkan untuk kebutuhan pasca runtuhnya bangunan mushala di kawasan pesantren tersebut.
Pondok pesantren tergolong pesantren yang berusia lebih dari 100 tahun dan telah berjasa dalam membantu Pendidikan syiar Islam kepada masyarakat.
Lebih jauh Anggoro mengungkap pesantren adalah bagian dari Islamic ecosystem yang dikembangkan BSI.
Pengembangan dan pemberdayaan ekosistem pesantren tak hanya dilakukan melalui jalur bisnis tapi juga jalur sosial.
Optimalisasi pesantren menjadi salah satu fokus BSI untuk memperluas penetrasi layanan keuangan syariah di bidang pendidikan.
Saat ini BSI telah bermitra dengan lebih dari 12ribu pesantren di seluruh Indonesia dengan dana kelolaan tumbuh 19,69% secara tahunan dengan total dana kelolaan hampir Rp2 triliun.
BSI juga mendorong akselerasi layanan digital di lingkungan pesantren.
Melalui penetrasi layanan pembayaran institusi, kemudahan cash management BEWIZE dan juga peningkatan ekonomi pesantren melalui perluasan layanan agen laku pandai BSI Agen yang bisa melayani transaksi perbankan tanpa harus datang ke bank.
Sedikitnya sekitar 2.300 lembaga pendidikan, termasuk 600 pesantren telah memanfaatkan jasa digital BSI.
Tak hanya itu, kata Anggoro, BSI juga melibatkan pesantren di dalam program pemberdayaan UMKM melalui Talenta Wirausaha dan Aceh Muslimpreneur untuk mencetak wirausaha muda dari kalangan santri.














