JAKARTA – PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) menegaskan komitmennya dalam mengimplementasikan ESG dan mendorong investasi hijau sebagai pilar strategis untuk mewujudkan bonus demografi Indonesia, sekaligus mendukung agenda transisi energi nasional.
Hal ini disampaikan oleh Wakil Direktur Utama BSI, Bob Tyasika Ananta, dalam sesi diskusi “Optimizing Green Investment to Achieve Indonesia’s Demographic Bonus” pada ajang Green Impact Festival 2025 di Djakarta Theater XXI, Jakarta.
Dalam paparannya, Bob menekankan pentingnya memanfaatkan momentum bonus demografi yang diproyeksikan berlangsung hingga 2040.
Menurutnya, investasi hijau bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga soal masa depan tenaga kerja Indonesia.
“Kita butuh lebih banyak investasi yang mampu menciptakan lapangan kerja berkualitas dan mendukung pembangunan berkelanjutan,” kata Bob.
Terkait bonus demografi, ia menjelaskan bahwa Indonesia menghadapi dua tantangan besar secara bersamaan.
Pertama, ledakan populasi usia produktif.
Kedua, target penurunan emisi karbon secara signifikan.
Untuk itu, kata dia, investasi pada energi bersih, teknologi hijau, serta program upskilling dan reskilling SDM menjadi sangat krusial.
“Green investment mampu menjawab tantangan ganda: mendanai infrastruktur transisi energi dan menyiapkan SDM unggul yang siap mengisi peluang kerja masa depan,” ujar Bob menegaskan.















