Di tahap awal, BSI bersama MMI memprioritaskan peningkatan partisipasi investor nantinya dari kalangan ritel dan institusi.
Upaya ini menjadi pijakan penting dalam memperkuat fondasi pertumbuhan sekaligus memperluas akses investasi yang inklusif dan berkelanjutan.
Per 7 Oktober 2025 MMI mengelola dana investasi sebesar Rp 52,9 triliun.
“Untuk mendorong penetrasi keuangan syariah di Indonesia tentu harus membutuhkan sinergi dan kolaborasi banyak pihak. Hal ini guna memberikan diversifikasi layanan keuangan yang beragam sehingga masyarakat bisa memilih instrumen yang sesuai preferencenya”, ujar Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo.
Anggoro menambahkan, tantangan selanjutnya adalah bagaimana menggerakkan potensi ekonomi syariah ini sebagai engine baru pertumbuhan ekonomi nasional.
Yakni melalui optimalisasi penetrasi instrumen keuangan syariah dan kolaborasi stakeholders sehingga mampu menggerakkan ekonomi syariah yang juga berbasis kemaslahatan untuk umat.
Untuk itu, kerjasama ini menjadi salah satu keseriusan BSI untuk menggerakan ekonomi umat melalui peran penting investor di Pasar Modal Syariah.
Nantinya sebagian imbal hasil kerjasama ini akan disalurkan untuk program ekonomi dan ESG. Di antaranya terkonsentrasi pada program sanitasi air bersih atau yang mendukung kesejahteraan masyarakat yang selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan nomor 6 yaitu air bersih dan sanitasi layak.














