keuntungan bisa menopang kegiatan pendidikan santri,” ungkap Ustadz Ahmad Hasan Tsabit, penanggung jawab program dari pihak pesantren.
Dalam laporan keuangan semester pertama 2025, usaha AMDK SUCI mencatatkan penjualan bersih mencapai Rp 3,9 miliar.
Dari total pendapatan tersebut, pesantren berhasil membukukan laba bersih sekitar Rp 305 juta hanya dalam enam bulan pertama.
Angka ini menyamai omset sepanjang tahun 2024, yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam waktu singkat.
“Kita nggak cuma dapet bantuan kayak fasilitas aja, tapi juga diajarin gimana caranya ngatur usaha dengan baik. Sekarang kita jadi tahu, kalau usaha yang dikelola dengan benar itu bisa bawa banyak manfaat dan berkah buat kita.” kata salah satu santri penerima manfaat.
BSI Maslahat melalui program ini membuktikan bahwa sinergi antara lembaga amil zakat nasional dan pesantren bukan hanya membantu menciptakan kemandirian
ekonomi masyarakat, tetapi juga memperkuat peran pesantren sebagai pusat pemberdayaan umat.
Program ini juga menjadi contoh nyata bagaimana bantuan yang tepat sasaran dapat mengubah usaha yang awalnya tidak produktif menjadi produktif sehingga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan para santri, keluarga pesantren, dan masyarakat sekitar.














