Ia mengingatkan bahwa koreksi sering kali diikuti oleh penguatan kembali (rebound), dan investor yang masuk di level bawah akan mendapatkan keuntungan besar.
Ia mencontohkan, kejadian pada awal tahun 2025 ketika saham BRIS menyentuh di level 2.100, yang akhirnya mengalami rebound hingga kembali menyentuh level psikologis 3.000.
Pada perdagangan Rabu (04/06) hari ini, saham BRIS tercatat turun hingga 230 poin atau 8,27 persen ke posisi 2.550.
Wisnu kembali menegaskan bahwa ini bukanlah sinyal negatif, melainkan peluang beli bagi investor yang sudah menunggu momentum.
“Yang namanya investasi itu, kalau biasa ya, kalau naik tinggi, dilaporkan profit taking, ketika turun, it’s time to buy. Gitu aja,” ujar Wisnu.















